Sabtu, 14 Juni 2014

Preklamsia

Preklamsia adalah suatu keadaan dimana tekanan darah tinggi pada ibu hamil dan kelebihan kadar protein dalam urine (proteinuria). (biasanya di atas 130/90, normalnya 120/80)  Disebut Preeklamsia terjadi bila usia kehamilan sudah menginjak 20 minggu ke atas
Saat hamil, tekanan darah ibu seharusnya normal atau justru lebih rendah. 
Karena ketika seorang wanita hamil, maka tubuhnya secara otomatis akan mengencerkan dan menambah volume darahnya. Gunanya adalah agar bisa lebih banyak mengalirkan oksigen dan sari makanan ke janin. Selain itu, penambahan volume darah juga sebagai persiapan untuk proses melahirkan (di mana si ibu akan mengeluarkan banyak darah) sehingga kelak tidak kekurangan darah. 
Selain pengukuran tekanan darah dan tes urine, ibu hamil yang preeklamsia akan merasakan gejala seperti pusing, kaki bengkak, mata berkunang-kunang.
Jika  kondisi ini tidak segera ditangani bisa saja akan mengalami kejang (disebut eklampsia).Namun, kadang-kadang, preeklamsia juga tanpa gejala dan ketika kontrol kehamilan baru ketahuan bahwa tekanan darahnya tinggi.
Penyebab pasti dari  preeklamsia hingga saat ini belum diketahui dengan jelas. Diduga karena kondisi plasentanya, kekurangan oksigen atau ada gangguan di pembuluh darah. Kondisi ini harus mendapat perhatian khusus, karena akibatnya bisa membahayakan. Ketika tekanan darah  sudah amat tinggi, misalnya sampai 170 atau 200, satu-satunya tindakan adalah segera mengeluarkan  janin, agar tekanan darah ibu kembali normal. Bila tidak, nyawa ibu maupun si bayi  bisa menjadi korban. Secara medis, memang penting untuk menyelamatkan keduanya. Namun, kalau tidak bisa, yang diutamakan adalah keselamatan ibunya

Biasanya, saat kehamilan sudah di atas 24 minggu, dokter akan bertanya ke NICU (Neonatal Intensive Care Unit), apakah siap menerima bayi prematur? 

Di Indonesia, rata-rata bayi baru siap dilahirkan pada kehamilan 28 minggu. Meski begitu, risiko 
kesehatan bayi lahir prematur sangat  tinggi, karena paru-parunya belum matang, perkembangan organ-organ dan otaknya belum sempurna. 

Hasil penelitian menemukan, bayi perempuan yang dilahirkan dari ibu preeklamsia, kelak ketika dia hamil ada kemungkinan akan mengalami hal yang sama.

Hal terbaik untuk mencegah kondisi ini adalah kontrol kehamilan secara teratur. Dalam 9 bulan mengandung, minimal kontrol kehamilan 4 kali. 

Satu kali di trimester pertama untuk memastikan adanya kehamilan, satu kali di trimester kedua, dan dua kali di trimester ketiga. Dalam empat  kali minimal kunjungan itu akan dilihat tekanan darahnya serta kondisi kesehatan janinnya. 

Karena itu, kontrol kehamilan menjadi sangat penting, sebab preeklamsia dan eklampsi itu salah satu penyebab kematian ibu di dunia, termasuk di Indonesia. Di tanah air, ada 3 penyebab terbesar kematian ibu akibat melahirkan, yaitu perdarahan, preeklamsia dan eklampsia, serta infeksi. 

Bila seorang ibu hamil terdeteksi tekanan darahnya tinggi, maka ia harus mengurangi asupan garam, mengurangi makanan berlemak, istirahat cukup, dan minum obat resep dokter yang aman untuk janin. 

Hal ini untuk memastikan bayi bisa dilahirkan sampai usia yang cukup. Karena, ketika tekanan darah tinggi, maka pembuluh darah si ibu mengerut sehingga aliran darahnya ke janin berkurang. Akibatnya, janin pun menderita di dalam karena oksigen dan makanan berkurang.(http://www.femina.co.id/)


Jumat, 13 Juni 2014

KANKER SERVIKS

Kanker serviks adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HPV (Human Pappyloma Virus). Penyakit ini merupakan penyakit kanker kedua yang banyak di alami oleh wanita di dunia. menurut International Agency For Research On  Cnncer ( IARC ) 855 dari kasus di dunia yang berjumlah 493.000 dan angka kematian mencapai 243.000. Kasus ini banyak terjadi di negara-negara berkembang di dunia, dan Indonesia merupakan negara terbanyak kedua setelah Cina.
Biasanya, kanker ini menyerang pada usia sekita 31-60 tahun, namun fakta terbaru membutikan bahwa kanker ini dapat menyerang wanita berumur 20-30 tahun. Untuk itu saat ini sudah mulai diberikan vaksin anti-HPV kepada anak-anak remaja,walaupun masih menjadi kontroversi. Vaksin ini memang belum dilaksanakan secara massal salah satu alasannya adalah karena harganya yang mahal.
Sebernernya kanker ini adalah kanker yang mudah untuk diobati,namun biasanya pasien yang datang berobat sudah mencpai stadium lanjut,hal ini menyebabkan angka kematian tinggi. Jadi sebagai cewek-cewek cerdas mari kita ketahui bersama gejalanya :
1. Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan.
2. Mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih
3. Sering merasakan sakit pada daerah pinggul
4. Mengalami sakit saat buang air kecil
5. Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih
6. Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu     paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk     buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.
Sebelum gejala-gejala tersebut menimpa kita, mari kita cegah dengan

1. Melakukan tes papsmear secara teratur
    Melakukan tes papsmear secara teratur akan membantu Anda mengetahui risiko terkena kanker                 serviks. Selain itu, dengan melakukan papsmear secara teratur, ketika kanker serviks muncul akan           segera diketahui dan ditangani, sehingga tingkat keselamatan masih cukup tinggi.

2. Vaksin HPV
    Melakukan vaksin HPV untuk mencegah infeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks juga baik             dilakukan. Vaksin HPV diketahui sebagai cara paling efektif untuk mencegah kanker serviks. Namun         melakukan vaksin saja tak cukup, Anda juga harus menjaga kesehatan diri sendiri.

3. Tidak berganti-ganti pasangan
    Salah satu faktor penyebab munculnya kanker serviks adalah melalui infeksi HPV yang ditularkan saat     berhubungan seksual. Risiko ini semakin tinggi ketika seseorang sering berganti-ganti pasangan.               Terutama mereka yang tak mengetahui ketika pasangan memiliki virus HPV. Untuk itu, setialah pada       satu orang dan jangan lakukan hubungan seksual dengan orang lain, selain pasangan Anda.

4. Tak terlalu aktif secara seksual di usia muda
    Ada baiknya wanita menunggu untuk melakukan hubungan seksual dan aktif secara seksual. Penelitian       mengungkap bahwa wanita yang telah aktif secara seksual di usia yang terlalu muda memiliki risiko         terkena kanker serviks yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang menunggu untuk aktif secara     seksual di usia yang lebih tua.

5. Gaya hidup sehat
Melakukan gaya hidup sehat seperti tidak merokok, rajin olahraga, dan mengonsumsi makanan-makanan bernutrisi juga penting untuk mencegah kanker serviks. Penelitian menunjukkan bahwa perokok wanita memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terkena kanker serviks.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan wanita agar terhindar dari kanker serviks. Yang terpenting adalah selalu menjaga kesehatan dan kebersihan daerah istimewa kita, serta melakukan gaya hidup yang sehat. Melakukan vaksin HPV, menggunakan kondom, serta melakukan tes papsmear secara teratur juga bisa dilakukan untuk berjaga-jaga agar tak terkena kanker serviks. NDak peru takut tapi hindari faktor resikonya :D

Faktor resiko kanker serviks !!!
1. merokok
2. suka berganti-ganti pasangan
3. narkoba
4. Seks bebas
5. Kurang menjaga kebersihan


semoga bermanfaat :).

Template by:

Free Blog Templates